Perbanyaklah menggunakan telinga melebihi mulutmu

Perbanyaklah menggunakan telinga melebihi mulutmu, karena sesungguhnya ada makna yang lebih dengan panca indra kita. Kita harusnya lebih banyak mendengar karena kita memiliki lebih banyak telinga daripada mulut.

Mendengarkan itu penting

Saat seseorang berbicara dengan kita, entah itu sedang ingin bercerita mengenai kesedihanya, berbagi kebahagiaan, maupun hal lain, pastikan bahwa anda menjadi seorang pendengar yang baik.

Mendengarkan orang lain dengan baik berarti bahwa kita menghargai orang lain sebagaimana kita ingin dihargai. Anda pastinya tak ingin suatu saat ketika anda sedang berbicara, orang lain asyik bermain telepon genggam atau sibuk melakukan hal lain.

Mendengarkan tak hanya berlaku saat kita mendengarkan kawan yang sedang curhat, tapi juga saat sedang mendengaran pelatihan bisnis, presentasi seseorang, dan sebagainya. Mendengarkan akan membuat kita fokus pada apa yang sedang dibicarakan.

Jadilah Pendengar yang Baik

Seorang sahabat datang ke rumah anda, lalu berkeluh kesah panjang lebar mengenai masalahnya. Bagi beberapa orang, itu tak menjadi masalah saat kita dituntut untuk mendengarkan orang yang sedang curhat.

Terkadang, orang yang sedang memiliki masalah hanya butuh untuk didengarkan saat curhat, bukan melulu minta pendapat atau saran saat menceritakan masalahnya dengan orang lain.

Oke, inilah saatnya kita menjadi seorang pendengar yang baik. Mendengar adalah proses yang aktif, bukan berarti anda hanya duduk diam sambil menatap seseorang atau bahkan sambil melakukan sesuatu saat mendengarkan sahabat anda bercerita. Jadilah seorang pendengar yang baik. Ikuti beberapa petunjuk dibawah ini agar dapat menjadi pendengar yang baik.

  • Siapkan posisi anda. Pada saat seseorang berbicara dengan anda, posisikan anda untuk bersikap senyaman mungkin dan memperlihatkan lawan bicara bahwa anda siap untuk mendengarkan segala apa yang dia keluh kesahkan. Duduklah dengan nyaman di kursi, atau jika berdiri, bersandar pada tembok dan berdiri dengan santai.
  • Buat kontak mata dengan lawan bicara anda. Berbicara tanpa memberikan kontak mata seakan memberikan tanda bahwa anda tidak acuh dengan lawan bicara anda. Saat anda mendengarkan orang lain, cobalah untuk membuat kontak mata dengan lawan bicara agar lawan anda merasa dihargai dan didengarkan oleh anda. Hal ini juga dapat membantu anda untuk fokus ke lawan bicara dan mengurangi gangguan yang disekitar.
  • Mengakui. Berikan pengakuan dan penanda pada lawan anda bahwa anda sesungguhnya mendengarkan cerita mereka. Sebuah tanda sederhana seperti anggukan kepala atau sesekali mengucapkan sepatah kata seperti “Oh”, “benarkah”, “sabar ya”, akan berarti positif bagi mereka.
  • Bertanya. Bertanya merupakan salah satu bentuk bahwa anda menaruh perhatian pada apa yang dia bicarakan. Yang terpenting jangan memotong pembicaraan lawan bicara.
  • Peduli merupakan cara jitu agar lawan merasa dihargai dan didengarkan. Ucapkan kata yang mengungkap empati semisal” saya mengerti apa yang kini sedang anda rasakan” atau “ saya yakin hal ini bisa membuat anda lebih kuat”
  • Jangan memotong pembicaraan dari lawan bicara. Jika anda ingin mengucapkan sesuatu entah itu solusi atau bukan , tunggu saat yang tepat, jangan memotong pembicaraan.

Perbaiki keterampilan anda mendengar, dan anda akan tahu betapa hebatnya efek dari mendengar dari lawan bicara. Bisa jadi, diakhir sesi curhat anda tak mampu memberikan solusi, tetapi yang penting lawan bicara anda dapat mengungkapkan segala kesuh kesah mereka. Hal ini dapat membuat perasaan mereka menjadi lebih baik. Jadi mulai saat ini, Perbanyaklah menggunakan telingga melebihi mulutmu.