Mungkinkah manusia melakukan teleportasi?

Teleportasi adalah sistem pemindahan benda padat dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Ya, jika Anda penggemar film fiksi ilmiah, pasti teleportasi sudah tidak asing bagi Anda. Jangankan di film fiksi ilmiah, bahkan di film anak-anak pun sistem teleportasi banyak ditemui. Ingat bagimana cara Harry Potter masuk ke kawasan Diagonalley? Benar sekali, ia harus berteleportasi lewat sebuah tungku pemanas ruangan. Kira-kira seperti itulah konsep teleportasi.

Logikanya, sama dengan sms atau Bluetooth yaitu memindahkan sesuatu dari satu tempat ke tempat lainnya. Sms memindahkan pesan dari HP satu ke HP yang lainnya sedangkan Bluetooth memindahkan file ke HP satu ke HP lainnya. Masalahnya, benda padat apalagi manusia bukanlah pesan singkat ataupun file yang secara digital dapat dikirim melalui jarigan kasat mata. Nah, untuk lebih memahami teleportasi, yuk kita baca penjelasannya di bawah ini.

Mungkinkah?

Pertanyaan ini masih menjadi misteri, karena jika dinalar hingga hari ini akan sangat sulit membuat manusia dapat menggunakan sistem teleportasi. Tak heran jika sistem ini masih sebatas fiksi dan konsep saja. Mungkin memang banyak ilmuwan di luar sana yang percaya jika suatu saat konsep teleportasi ini akan terwujud, namun mungkin tidak dalam waktu dekat ini.

Sebenarnya bagaimana teleportasi bekerja sehingga manusia tidak bisa mempergunakannya? Singkatnya begini, diperlukan dua buah portal dalam sistem teleportasi. Benda yang akan dipindahkan dimasukkan ke dalam portal yang satu dan kemudian akan muncul di portal yang lain.

Pertanyaannya, apa yang terjadi dengan benda tersebut selama “dalam perjalanan” di antara kedua portal? Katanya, benda akan berubah menjadi partikel-partikel super kecil atau nano particle yang memungkinkan untuk dikirim ke portal yang lainnya. Menjelang sampai di portal yang lainnya, partikel-partikel itu akan disusun kembali menyerupai benda dalam wujud aslinya. Jika berhasil, sukeslah benda tersebut dipindahkan dari portal satu ke portal lainnya. Jika tidak, maka benda itu akan lenyap ditelan ruang hampa yang bahkan sampai saat ini tidak ada penjelasannya.

Inilah mengapa manusia tidak dapat menggunakan sistem teleportasi. Tidak seperti benda, manusia mempunyai nyawa dan apakah mungkin tubuh manusia bisa diubah menjadi nano particle? Tentu saja tidak. Kalaupun bisa, maka manusia akan berada dalam kondisi hypersleep atau tidur panjang yang jauh dari kesadarnannya. Sesampainya di portal tujuan, jika semua nano partikel dapat disusun seperti semula membentuk manusia, kesadarannya pun masih dipertanyakan. Apalagi jika partikel tersusun kembali secara tidak sempurnya. Parahnya lagi, bagaimana jika ada kerusakan saat manusia sudah masuk ke portal tapi tidak bisa keluar di portal selanjutnya? Tidak ada yang tahu dan inilah kenapa teleportasi belum bisa diwujudkan.

Apa yang Terjadi Jika Teleportasi Berhasil Suatu Hari?

Jika teleportasi bisa terwujud suatu hari, pasti akan ada pergeseran dalam sistem transportasi manusia. Tidak akan lagi ada yang mau beli tiket pesawat mahal-mahal untuk terbang ke luar negeri. Cukup pakai teleportasi dan dalam hitungan detik Anda sudah sampai ke negara tujuan Anda. Tidak perlu capek di jalan, tidak perlu jet lag, dan tidak makan biaya tiket yang banyak. Mungkin karena ini pula lah teleportasi tidak dikembangkan secara besar-besaran. Jika teleportasi berhasil digunakan untuk memindahkan manusia, perusahaan transportasi di dunia akan gulung tikar