Kecewa? Itu karena dirimu sendiri yang mengizinkannya

Jangan biarkan kekecewaan menjadi hal yang terlampau sering sehingga menjadikan alasan untuk malas, terpuruk hingga sakit hati. Wake Up bro, terimalah bahwa hidup tak selamanya manis, terkadang kita juga perlu mencicipi pahitnya kehidupan agar kita menjadi pribadi yang lebih dewasa, mampu berpikir jernih dan menyelesaikan masalah dan menghadapi kekecewaan dengan lapang dada.

Jangan dengan menelan pahitnya kekecewaan kita malah menjadi pribadi yang seakan membuat kita merupakan orang paling malang sedunia. Kebahagiaan datangnya dari hati. Saat kita merasa kecewa, hal itu akan menguras pikiran, energi dan perasaan.

Namun apabila kita memilih untuk Move On, percayalah hidup kita akan lebih damai ketika kita mampu berkompromi dengan kekecewaan.

Cara Menenangkan hati yang kecewa

Merasa selalu dikecewakan oleh orang yang sama beberapa kali? Bersabarlah. Tenangkan hati yang sudah terlanjur kecewa dan lakukan beberapa hal berikut ini agar engkau mudah bangkit kembali setelah kecewa.

  • Berdoa. Tenangkan hati yang sedang kecewa, gusar hanya dengan meyakini bahwa pertolongan Tuhan itu dekat denganmu. Tuhan mungkin belum mengabulkan apa yang kita inginkan sehingga timbul kekecewaan dalam hati kita. Tapi, tetap yakini bahwa apa yang saat ini Tuhan berikan kepada kita merupakan yang terbuat untuk kita saat ini.
  • Bersyukur. Bersyukur merupakan cara terbaik untuk menenangkan hati yang sedang kecewa. Dengan tetap mensyukuri kehidupan kita, kita akan mampu untuk menerima segala sesuatu yang telah kita miliki, karena memang itulah yang terbaik yang Tuhan beri kepada kita. Percayalah, bahwa Tuhan tak pernah memberikan sesuatu yang melebihi batas kemampuan hambaNya.

Bangkit setelah kecewa

Merasa putus asa setelah Kecewa? Itu karena dirimu sendiri yang mengizinkannya. Jangan biarkan diri anda menjadi terpuruk karena kekecewaan yang berlarut-larut. Bangkit dan buktikan bahwa anda bisa berdiri kembali meski telah terpuruk dari kekecewaan. Ketika kita sedang dilanda oleh kekecewaan, jangan lantas anda menjadi seorang pengeluh, menyalahkan keadaan disekitar, atau bahkan orang lain yang mengecewakan anda. Just do yourself correction. Lakukan intropeksi diri sendiri dan buatlah cermin mengapa saat ini anda dikecewakan oleh orang lain. Jangan bersungut-sungut. Tuhan pasti memiliki alasan yang bagus mengapa Dia memberikan “Gift”nya kepada kita. Tetaplah bersyukur, itu tandanya kita dikasihani olehNya.

Kekecewaan seperti jalan berlubang yang mungkin menghambat perjalanan kita. Tak perlu berhenti dan berputus asa, yakinlah bahwa diujung jalan itu nanti, akan ada jalan yang mulus yang akan kita nikmati sesudahnya. Nikmati saja setiap rasa sakit yang menerpa saat kecewa melanda.

Meski begitu, jangan terlalu lama menikmati jalan yang berlubang itu, lalu menunggu orang lain untuk membantu melaluinya. Bangkitlah dari keterpurukan dan berjalan sendiri karena kita harus yakin bahwa kita sanggup untuk mengatasi kekecewaan ini. Ingatlah, bahwa kita sendirilah yang bertanggungjawab atas kebahagiaan diri kita sendiri.

Akan menjadi hal yang lebih baik apabila kita bangkit dari kekecewaan dengan mengasihi diri sendiri dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dengan best food, best activity,  best rest, dan jika perlu ada best friend disamping kita. Hal ini akan lebih baik daripada bersedih, mengurung diri di kamar, mengasihani diri sendiri dan mengutuk keadaan yang tak berpihak pada kita. Kecewa? Itu karena dirimu sendiri yang mengizinkannya jangan terjebak terlalu lama dan bangkitlah.