Ayo Cegah Korupsi untuk Lindungi Masa Depan Negeri Ini

Kata korupsi sudah tidak asing lagi di telinga kita karena banyaknya berita tentang korupsi beberapa tahun terakhir ini. Korupsi itu sendiri merupakan tindakan penyalahgunaan atau penyelewengan uang negara, instansi, atau perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Pastinya Anda juga sering mendengar berita tentang banyaknya oknum pejabat yang melakukan korupsi di negeri ini. Sungguh, hal ini merupakan perbuatan yang keji. Hak masyarakat yang membayar pajak untuk kesejahteraan negeri ini dirampas begitu saja oleh tangan-tangan rakus yang tidak bertanggung jawab.

Korupsi tidak hanya merugikan sebuah instansi, tetapi lebih luas lagi korupsi bisa menghancurkan kehidupan masyarakat dan masa depan bangsa ini. Banyak sekali potret kehidupan masyarakat di negeri ini yang jauh dari keadaan layak akibat korupsi yang merajalela sehingga pembangunan negeri ini terganggu bahkan seolah terhenti. Padahal, jelas negeri ini sejatinya bukanlah negeri yang miskin jika dikelola dengan baik.

Cobalah lihat masyarakat di perbatasan yang kesulitan untuk menyekolahkan anak mereka karena infrastruktur dan jalan yang tidak memadai, anak-anak di pedalaman yang harus bertaruh nyawa menyeberang sungai dengan jembatan gantung seadanya demi bisa pergi ke sekolah, atau masyarakat di pinggiran perkotaan yang hidup berimpit-impitan dalam segala keterbatasan. Semua ini tak lain merupakan akibat dari korupsi yang telah merampas hak masyarakat untuk mendapatkan infrastruktur yang baik serta kehidupan yang layak.

Jika keadaan ini berlangsung terus menerus, masa depan negeri ini akan terancam. Oleh karena itu, ayo cegah korupsi mulai saat ini. Berikut langkah-langkah mencegah korupsi yang bisa kita coba untuk menyelamatkan masa depan negeri ini:

1. Langkah Pribadi Mencegah Korupsi

a. Tekad yang Kuat untuk Tidak Korupsi

Korupsi sebenarnya berawal dari niat. Jika kita sedari awal memiliki tekad yang kuat untuk tidak melakukannya, tentu korupsi itu tidak akan terjadi. Sekuat apa pun godaan dari pihak luar untuk melakukan korupsi, kita harus menolaknya dan bertekad untuk tidak melakukannya.

Korupsi sebenarnya merupakan masalah mental. Jika kita memiliki mental yang baik, tidak mudah tergoda untuk mengambil hak orang lain, serta berjiwa antikorupsi, korupsi itu sendiri dapat dihindari dan dicegah dengan mudah.

b. Bersyukur atas Rezeki Halal yang Didapat

Salah satu penyebab terjadinya korupsi adalah kurangnya rasa syukur terhadap rezeki halal yang sudah didapat. Perasaan selalu kurang, ingin semakin kaya, dan keinginan mengumpulkan harta yang melimpah dalam waktu singkat merupakan faktor pemicu terjadinya korupsi.

Jika kita mau legawa dan bersyukur atas apa yang sudah kita dapat, kita tidak akan mudah tergoda untuk melakukan korupsi. Ingat, korupsi merupakan tindakan keji, jahat, dan merusak kehidupan bangsa dan negara. Jangan biarkan diri kita menjadi bagian dari penjahat negeri ini.

c. Ingat, Korupsi itu Dosa

Kita tahu korupsi merupakan tindakan jahat yang dapat mengancam kehidupan bangsa. Selain itu, korupsi merupakan tindakan keji yang membuahkan dosa. Jadi, jangan coba-coba untuk melakukan korupsi karena akan membuat hidup Anda di dunia ini menjadi tidak tenang. Ditambah lagi, di akhirat nanti pelaku korupsi pasti akan mendapat siksa.

d. Cegah Korupsi Mulai dari Diri Sendiri dan Keluarga

Korupsi bisa dicegah mulai dari diri dan keluarga. Membiasakan diri untuk disiplin dan tepat waktu merupakan contoh mudah menghindari salah satu bentuk korupsi, yaitu korupsi waktu. Jika kita terbiasa menghindari korupsi dari hal terkecil, kita tidak akan mudah tergoda oleh korupsi yang lebih besar.

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Jika semua keluarga memiliki jiwa antikorupsi, seluruh negeri ini dapat terbebas dari korupsi. Mencegah korupsi yang lebih besar dapat diawali dari mencegah korupsi di lingkungan terkecil sekitar kita yaitu keluarga. Oleh karena itu, mari tanamkan jiwa antikorupsi pada diri kita dan keluarga.

e. Hiduplah Sesuai Kemampuan

Salah satu penyebab korupsi adalah ketidakseimbangan pendapatan dengan gaya hidup. Kehidupan modern tidak jarang menyebabkan sebagian orang hidup terlalu glamor bahkan hedonis. Gaya hidup tingkat tinggi yang tidak diimbangi dengan pendapatan memadai inilah yang dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya korupsi. Jadi, mari kita hidup sesuai dengan kemampuan agar tidak ada keinginan untuk melakukan korupsi sedikit pun.

Hidup sesuai dengan kemampuan juga akan menjadikan hidup lebih tenang. Kita tidak perlu mengikuti gaya hidup orang lain yang lebih tinggi karena setiap orang memiliki kemampuan finansial yang berbeda-beda. Cukupkan diri dengan kemampuan finansial kita masing-masing, maka kita akan tenang dalam menjalani hidup.

2. Langkah Instansi/Lembaga/Organisasi Mencegah Korupsi

a. Kurangi Birokrasi yang Berbelit

Selama ini di negara kita banyak sekali prosedur birokrasi yang berbelit. Hal inilah yang justru menjadi celah untuk melakukan korupsi. Banyak orang yang malas berhadapan dengan birokrasi yang rumit dan berbelit ini. Akibatnya, mereka berusaha mencari jalan pintas dengan melakukan suap yang dapat berujung pada korupsi.

Birokrasi yang berbelit juga dapat menyebabkan penyelewengan dana berlangsung dengan mudah. Pasalnya, di setiap lini birokrasi dapat muncul “tikus-tikus” koruptor yang memanfaatkan kerumitan birokrasi untuk memperkaya diri mereka sendiri dan mengorbankan masyarakat.

b. Tingkatkan Pelayanan Online

Meningkatkan pelayanan online bisa menjadi salah satu cara jitu untuk memangkas birokrasi yang berbelit dan dapat mengurangi risiko terjadinya korupsi. Sistem online yang dapat diakses langsung oleh masyarakat dapat memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dengan cepat. Hal ini juga sekaligus dapat mencegah para pejabat publik melakukan korupsi dengan memanfaatkan kekuasaannya dalam birokrasi yang rumit.

Pelayanan online tidak hanya mampu mencegah terjadinya korupsi tetapi juga dapat membantu menghemat uang instansi. Bayangkan berapa banyak kertas dan tinta yang bisa dihemat dengan diberlakukannya sistem online yang paperless. Dengan demikian, dana tersebut dapat dialokasikan untuk hal lain yang bermanfaat.

c. Budayakan Transparansi

Membudayakan transparansi dalam sebuah institusi merupakan salah satu langkah awal pencegahan korupsi. Budaya terbuka dan menyampaikan segala sesuatu secara transparan, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran, dapat membantu mengecilkan peluang terjadinya korupsi.

d. Berikan Gaji yang Memadai untuk Pegawai

Kelayakan gaji pegawai juga berpengaruh terhadap potensi terjadinya korupsi. Gaji yang minim dengan beban kerja yang tinggi serta tuntutan kehidupan yang berat dapat memicu seseorang untuk melakukan korupsi. Memang tidak semua orang bermental demikian, tetapi banyak orang yang tidak tahan terhadap kerasnya beban hidup dan godaan korupsi, apalagi jika ada kesempatan.

Kemudahan mendapatkan uang dalam waktu singkat dalam jumlah yang sangat banyak terkadang membuat orang lupa diri. Kehidupan dan gaya hidup modern yang membutuhkan banyak dana dapat membuat seseorang masuk dalam pusaran korupsi jika tidak diimbangi oleh pendapatan yang memadai. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika institusi mempertimbangkan besaran gaji yang diperoleh para pegawainya. Pastikan mereka mendapatkan gaji dan tunjangan yang memadai agar tidak tergoda untuk melakukan korupsi.

e. Sediakan Kotak Pengaduan Masyarakat

Terkadang masyarakat sadar terjadi tindakan korupsi di sekitarnya, tetapi mereka tidak tahu harus mengadu ke mana. Oleh karena itu, penting bagi setiap institusi untuk memiliki layanan pengaduan masyarakat. Tetapi pengaduan ini harus ditindaklanjuti, bukan hanya diterima dan dibiarkan begitu saja.

Jika hal ini benar-benar diterapkan, angka kasus korupsi tentu akan berkurang. Pasalnya, dengan adanya mata masyarakat yang ikut mengawasi, pelaku korupsi tentu akan berpikir dua kali sebelum melancarkan aksinya.

f. Mempercepat Proses Hukum para Terdakwa Kasus Korupsi

Selama ini proses hukum dan terdakwa kasus korupsi terasa masih begitu berbelit dan lama. Idealnya, ketika seseorang tertangkap tangan melakukan korupsi, negara yang diwakili oleh pengadilan sebaiknya segera menjatuhkan hukuman pada para koruptor tersebut. Dengan proses yang cepat namun tetap adil dan juga transparan, kasus korupsi di negeri ini akan lebih cepat terselesaikan.

Yang jelas, jangan pernah lunak pada para koruptor. Mereka tidak hanya memakan uang masyarakat, tetapi juga meluluhlantakkan sebagian sendi kehidupan bangsa ini. Oleh sebab itu, segera tindak para koruptor dengan cepat dan berikan hukuman yang setimpal.

g. Berikan Hukuman Berat pada Koruptor

Semakin hari berita tentang korupsi di negeri ini semakin menjadi. Para koruptor yang tertangkap dan diadili rasanya tidak membuat jera para pejabat lainnya untuk ikut melakukan korupsi. Hal ini mungkin diakibatkan kurang maksimalnya hukuman bagi para koruptor.

Semua koruptor seharusnya dimiskinkan, agar dia menyesal dan memberikan efek jera bagi oknum lain yang berniat untuk korupsi. Bayangkan jika para koruptor ini tidak dimiskinkan. Misalnya, ada seorang koruptor yang melakukan korupsi senilai 20 Milyar. Kemudian dia tertangkap dan dijatuhi hukuman selama 20 tahun. Jika dia tidak dimiskinkan, saat keluar penjara dia dapat menikmati uang hasil kejahatannya tersebut. Jika demikian, masyarakat akan berpikir, “Wah enakan jadi koruptor dong, sekali korupsi lalu tidak usah bekerja lagi. Saat keluar dari penjara sudah kaya”.

Hal ini jika dibiarkan dapat memicu pola pikir yang salah pada masyarakat. Korupsi yang sejatinya merupakan kejahatan akhirnya menjadi sesuatu yang dianggap wajar dan menjadi cara pintas untuk menumpuk harta kekayaan.

Namun, jika memiskinkan koruptor ternyata tidak memberikan dampak apa pun, mungkin negara ini perlu mencontoh Cina dalam menangani para koruptor. Di sana semua koruptor dihukum mati. Selain memberikan efek jera bagi para koruptor, hukuman mati dapat membuat orang takut untuk melakukan korupsi.

Salah satu pemicu maraknya korupsi di negeri ini adalah sistem peradilan yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Tentu Anda masih ingat dengan kejadian nenek tua yang mencuri beberapa bilah kayu lalu dihukum dengan masa tahanan beberapa bulan, atau maling ayam yang dihukum dengan cepat tanpa ada pengurangan masa tahanan. Hal ini kontras dengan perlakuan terhadap para koruptor yang proses peradilannya berlangsung lama, apalagi ditambah adanya remisi atau pemotongan masa tahanan.

Kalau proses hukum dibiarkan begini terus, akan seperti apa jadinya negara kita?

3. Saran Kepada Semua Orang untuk Mencegah Korupsi

Korupsi bisa dicegah jika semua orang turut mengawal pencegahannya. Apa saja yang bisa kita lakukan agar korupsi ini tidak semakin merajalela menggerogoti negeri ini?

a. Memilih Pemimpin yang Jujur

Banyaknya pejabat yang melakukan korupsi di negeri ini tidak lain karena kita salah memilik pemimpin. Sistem pemilihan pemimpin di negeri ini yang sebagian besar didominasi politik uang secara terselubung menyebabkan masyarakat memilih pemimpin berdasarkan besaran uang atau “imbalan” yang diperoleh, serta janji manis mereka selama kampanye. Padahal, kita butuh pemimpin yang jujur, bukan pemimpin yang pintar memberikan janji manis dan rayuan palsu.

Saat memilih pemimpin, jangan langsung percaya dengan janji-janji yang mereka sampaikan. Cobalah menelaah bagaimana latar belakang dan rekam jejaknya selama ini, sehingga kita bisa benar-benar mendapatkan pemimpin yang jujur, bertanggung jawab, dan antikorupsi.

Memilih pemimpin secara bijak merupakan kontribusi nyata diri kita untuk membantu menyelamatkan negeri ini dari para penjahat berjiwa koruptor. Jadi, mari berpartisipasi dalam pemilihan umum secara cerdas dan bijak.

b. Membenci Korupsi

Korupsi adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Jadi, jangan berikan toleransi bagi tindakan korupsi. Membenci korupsi akan membuat kita tidak ingin berdekatan atau bersinggungan dengan perbuatan jahat tersebut.

Jika seluruh masyarakat dan pemimpin negeri ini antikorupsi, pembangunan negeri ini akan berlangsung lebih cepat dan maksimal. Tidak akan ada lagi jalan-jalan yang berlubang, sekolah yang kekurangan fasilitas dan guru, pelayanan kesehatan yang kurang memadai, serta kehidupan yang serba kekurangan di pinggiran kota.

Seandainya di negeri ini tidak ada korupsi, mungkin negara kita sudah semaju Jepang, Amerika, atau Korea Selatan. Kita semua tentu tahu betapa banyaknya sumber daya alam yang melimpah di negeri ini. Namun, semua itu rasanya tidak pernah dinikmati oleh masyarakat. Padahal, jika sumber daya alam tersebut dikelola tanpa campur tangan para koruptor, niscaya negara kita akan menjadi negara yang maju dan kaya raya.

Jika negeri ini bebas dari korupsi dan seluruh dana pemerintah digunakan untuk kemaslahatan rakyatnya, hampir bisa dipastikan negara ini dapat menjadi salah satu negara kuat di Asia Tenggara. Sayangnya, masih banyak oknum pejabat di negeri ini yang tega merampas hak rakyat untuk memperkaya diri sendiri. Mereka mengorbankan masa depan anak cucunya demi kehidupan pribadi mereka saat ini.

c. Menanamkan Jiwa Antikorupsi Sejak Dini

Jiwa antikorupsi sebaiknya ditanamkan sejak dini agar masuk ke dalam jiwa dan berakar menjadi sebuah prinsip. Seseorang yang telah memiliki jiwa antikorupsi sejak kecil, maka saat dia dewasa akan lebih teguh untuk melawan korupsi.

Oleh karena itu, ajarkan pada anak-anak kita untuk memiliki jiwa antikorupsi. Mari teguhkan pendirian mereka untuk melawan keras tindakan korupsi demi menyelamatkan masa depan mereka dan bangsa ini.

Salah satu cara mudah menanamkan jiwa antikorupsi pada anak adalah dengan mengajarkan kepada mereka tentang kedisiplinan, kejujuran, dan keterbukaan agar tidak terbiasa berbohong yang dapat berujung pada tindakan korupsi saat mereka dewasa. Hal ini juga sebaiknya diimbangi dengan teladan yang baik dari para orang tua.

d. Membantu para Penegak Hukum untuk Memberantas Korupsi

Korupsi akan mudah diberantas jika masyarakat bersatu padu dengan para penegak hukum untuk melawan korupsi. Hal ini dapat dilakukan dengan melaporkan tindakan korupsi yang diketahui atau terjadi di sekitar kita. Jangan biarkan korupsi berlangsung begitu saja karena membiarkan korupsi terjadi sama saja dengan membiarkan para penjahat tersebut menggerogoti bangsa ini.

Mengingat betapa banyak kerugian yang diakibatkan oleh tindakan korupsi, ayo cegah korupsi demi melindungi masa depan bangsa dan anak-cucu kita. Jangan biarkan korupsi merenggut negeri ini.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru

logo-kpk-532x600bertuahlogo-768x363