5 Fakta Penting Terkait Anonymous

Pernahkah Anda menonton sebuah film berjudul V for Vendetta, di mana tokoh utamanya, V, mengenakan topeng yang kini dipakai anggota kelompok anonymous? Jika ya, maka Anda akan dengan mudah mengenalinya. Topeng Guy Fawkes, begitu orang mengenal nama topeng yang dikenakan V, begitu terkenal hingga kini dipakai kelompok hacktivist yang menamai diri mereka sebagai ‘Anonymous’. Topeng tersebut menjadi sebuah simbol resistensi sekelompok orang atas tirani yang dijalankan kelompok berkuasa.

Nah, kelompok Anonymous dibentuk sejak tahun 2003. Tidak ada keanggotaan yang mengikat, sebab siapa saja bisa menjadi bagian dari kelompok tersebut. Tidak ada struktur, tidak ada organisasi. Ini adalah sebuah jejaring yang mengumpulkan para hacker dan aktivis dunia maya dalam sebuah wadah pergerakan internasional. Sejak pertama kali muncul pada tahun 2003, Anonymous telah berulang kali melakukan serangan DDoS kepada beberapa situs pemerintahan, korporasi besar, dan juga organisasi tertentu.

Dengan sepak terjangnya yang begitu ganas, kelompok Anonymous memperoleh pengakuan tersendiri di kalangan aktivis internasional. Terakhir mereka mengancam akan melumpuhkan kemampuan cyber anggota ISIS yang menyerang kota Paris beberapa minggu lalu. Berikut beberapa fakta terkenal seputar gerakan Anonymous.

1. Tidak ada Filosofi khusus di dalam gerakan mereka

Anonymous tidak punya filosofi khusus, meski memiliki sebuah situs, di mana ruang tersebut menjadi sebuah ruang berkumpul dengan struktur yang lentur dan tiada komando di dalamnya. Kendati tidak ada filosofi khusus, kelompok tersebut berjalan berdasarkan ide alih-alih sistem komando yang terstruktur. Jadi, ada banyak reaksi, motivasi, dan pemikiran yang berceceran pada setiap diri masing-masing anggotanya.

2. Seranglah tirani

Anonymous hanya menyerang tirani yang melegalkan sensor terhadap internet. Target utama yang sering diincar oleh kelompok tersebut di antaranya adalah korporasi, organisasi, pemerintah, atau apapun yang mereka anggap membungkam kebebasan. Namun sejak 2008, ada banyak anggota Anonymous yang berbeda pendapat mengenai apakah kelompok mereka harus fokus semata pada serangan cyber atau pada aktivisme politik.

3. Tidak serius pada awalnya

Kemunculan Anonymous sebetulnya bukanlah sebuah hal yang patut diseriusi, mengingat pada awalnya mereka hanyalah bertujuan untuk senang-senang. Baru pada tahun 2004, seorang administrator bernama 4chan mengaktifkan protokol yang disebut Forced-Anon. Sejak itulah setiap postingan yang bertujuan menyerang diklaim dilaksanakan oleh Anonymous.

4. Siapa saja bisa masuk, bergabung, dan pergi

Ya, siapapun yang merasa ingin terlibat dalam gerakan Anonymous bisa bergabung dengan mereka. Dan siapapun yang bergabung pun bisa pergi kapan pun mereka mau.

5. Mereka adalah Robin Hood modern

Kelompok Anonymous pernah melakukan pembobolan rekening orang yang dianggap koruptor. Uang yang dicuri kemudian dibagi-bagikan kepada beberapa organisasi amal.